CURSOR

Winnie The Pooh Glitter
Tampilkan postingan dengan label BANSEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANSEL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2017

Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan



Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan

Kebutuhan Bandwidth dalam JaringanAda dua langkah dasar dalam menghitung bandwidth:

1.Menentukan jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
2.Menentukan penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.
Kedua langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000 Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.
(1,000,000,000 bps / 8 = 125,000,000 Bps)

Jumat, 05 Mei 2017

Model OSI



Macam-Macam 7 Lapisan OSI Layer :
1. Physical Layer (Lapisan Fisik)
Lapisan Fisik adalah lapisan paling bawah di OSI Layer, Lapisan ini berfungsi untuk mendefiniskan media tansmisi jaringan, desain jaringan, topologi jaringan dan pengkabelan. Lapisan ini dikenal sebagai lapisan yang mengatur tentang pengkabelan.

2. Data Link Layer (Lapisan Data Link)
Lapisan Data Link berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang sering disebut Frame. Di layer kedua di OSI ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan hardware atau yang di sebut MAC Address dan menentukkan bagaimana perangkat-perangkat jaringan (hardware jaringan) seperti Hub, Bridge dan Repeater. Layer ini di bagi oleh IEEE 802 menjadi dua level anak yaitu : LLC (Logical Link Control) dan MAC (Media Access Control).

3. Network Layer (Lapisan Jaringan)
Lapisan Jaringan Berfungsi untuk mendefiniskan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket kemudian melakukan routing melalui internet working dengan menggunakan router dan switch layer 3. Layer ini harus bertanggung jawab dalam menentukan alamat sebuah jaringan, menentukan rute jaringan yang akan diambil, menjaga antrian trafik di dalam jaringan.

4. Transport Layer (Lapisan Transport)
Lapisan Transport berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Lapisan ini bertanggung jawab membagi data menjadi segmen dan menyediakan penanganan error.

5. Session Layer (Lapisan Session)
Lapisan Session berfungsi mendefinisikan bagaimana koneksi dapat di buat, dipelihara atau di hancurkan, di layer ini juga dilakukan resolusi nama. Lapisan layer ini bertanggung jawab menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi.

6. Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
Lapisan Presentasi berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protocol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak director (Redictor Software). Seperti llayanan worksatation (dalam Windows NT) dan juga Network Shell (semacam Virtual Network Computing) (VNC) atau Remote Dekstop Protocol (RDP). Lapisan ini bekerja bagaimana data dikonversi dan di format untuk transfer data.

7. Application Layer (Lapisan Aplikasi)
Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS. Lapisan ini bekerja menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna, layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program computer, seperti program e-mail dan servis lain yang berjalan di jaringan seperti server printer atau aplikasi computer.

7 Lapisan OSI Layer ini dibedakkan menjadi 2 tingkatan yaitu,
1.      Lower layer: Layer, DataLink Layer, dan Network Layer.
2.      Upper Layer: Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer.

Rabu, 23 November 2016

Model referensi OSI dan standarisasi




Model OSI
TCP/IP
Protokol TCP/IP
No
Lapisan

Nama Protokol
Kegunaan
7
Aplikasi
Aplikasi
DHCP(Dynamic Host Configuration)
protokol untuk distribusi ip pada jaringan dengan jumlah ip yang terbatas



DNS(Domain Name Server)
Data base ,nama domain mesin ,dan nomer IP



FTP(File Transfer protokol)
protokol untuk mentransfer file



HTTP(Hyper Text Transfer P rotokol)
protokol untuk mentransfer file HTML dan web



MIME(Multipurpose Internet Mail Extention)
protokol untuk mengirim file binary dalam bentuk text



NNTP(Network News Transfer Protokol)
protokol untuk menerima dan mengirim news group



POP(Post Office Protokol)
protokol untuk mengambil mail dari server



SMB(Server Message Blok)
protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan windows



SMTP(Simple Mail Transfer Orotokol)
protokol untuk pertukarabn mail
6
presentasi

SNMP(Simple Network Manajemen Protokol)
protokol untuk manajemen jaringan



TELNET
Protokol untuk akses dari jarak jauh



TFTP(Trival FTP)
Protokol untuk mentransfer file
5
sessi

NETBIOS(Network Basic Input Output Sistem)
Bios jaringan standar



RPC(Remote Procedur Call)
prosedur pemanggilan jarak jauh



SOCKET
Input Output untuk network jenis BSD-UNIX
4
Transport
Transport
TCP(Transmission Control Protocol)
Protokol pertukaran beroriantasi(connection oriented)



UDP(User Datagram Protokol)
protokol pertukaran non-oriantasi(connection less)
3
Network
Internet
IP(Internet Protocol)
protokol untuk menetapkan routing



RIP(Routing Information Protocol)
protokol untuk memilih routing



ARP(Address Resolution Protokol)
protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomor IP



RARP(Reverse ARP)
Protokol untuk mendapatkan informasi nomor IP dari hardware
2
Data Link
network interface
PPP(Point to Point Protokol)
protokol untuk point ke point



SLIP(Serial Line Internet Protocol)
protokol dengan menggunakan sambungan serial
1
Fisik

Ethernet,FDDI,ISDN,ATM