CURSOR

Winnie The Pooh Glitter
Tampilkan postingan dengan label KEUKEU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEUKEU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Mei 2017

BACKUP DAN RECOVERY SISTEM OPERASI JARINGAN





Backup
Backup data adalah memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. Data atau kumpulan informasi tersebut bisa berupa file dokumen, gambar, video, audio, system windows, driver, atau software/program tertentu.
Backup adalah hal yang sangat penting dilakukan. Dikarenakan banyak kemungkinan untuk kehilangan data, baik kesalahan yang diakibatkan oleh pengguna atau kesalahan teknis lainnya seperti hardisk yang tak layak pakai. Untuk mempermudah backup maka para pengembang software membuat aplikasi khusus dengan sistem network client sarver sehingga data-data yang akan dibackup lebih teratur dan aman.
1.      Metode Backup data
Backup data merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh pengelola database untuk melakukan penyalinan sistem,data,dan aplikasi. Backup data harus dilakukan untuk terjadinya kerusakan sistem dari luar maupun dalam sistem yang disengaja atau ditentukan.
2.      Konsep Backup
Proses backup dalam teknologi informasi mengacu pada penyalinan data, sehingga salinan tambahan tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan (restore) setelah peristiwa kehilangan data. Backup sangat berguna terutama untuk dua tujuan yaitu untuk memulihkan keadaan setelah bencana (disaster recovery) dan untuk mengembalikan beberapa file yang sengaja dihapus atau rusak. 66% pengguna internet telah kehilangan data yang serius. Konsistensi data dalam proses backup harus dijaga sebelum melakukan backup data. Mengecek konsistensi data dengan membandingkan data pada struktur direktori dengan data pada blok. Lalu, apabila ditemukan kesalahan maka program backup akan mencoba memperbaiki. Pengecekan kekonsistenan data inilah yang disebut dengan Recovery.
Backup dapat dibagi berdasarkan lingkup datanya menjadi :
a)     Full Backup
b)    Network Backup
c)     Dump Backup
d)    Incremental Backup
e)     Diferensial Backup
3.      Konsep Replikasi
Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy dan pendistribusian data dengan objek-objek database dari satu database ke database lain dan melakukan sinkronasi antara database sehingga konsistensi data dapat terjamin. Jenis-jenis replikasi meliputi :
a)     Snapshot Replication
b)    Transactional Replication
c)     Merge Replication
4.      Konsep MySQL Dump
Untuk keperluan ini MySQL memerlukan utility yang dinamakan MySQL Dump. MySQL Dump adalah utilitas berupa program cadangan yang pertama kali ditulis oleh Igor Romanenko, digunakan untuk pembuangan (dump) data sebuah database, untuk cadangan (backup) atau pemindahan (transfer) data keserver lain. Hasil dumping dapat berisi pernyataan SQL untuk membuat tabel,insert dan yang lain dalam bentuk file CSV,teks editor , atau format XML.
Berikut ini adalah metode yang bisa dilakukan saat akan melakukan backup data :
1. Backup Logika dan Backup Physic
Backup logika adalah menyimpan perintah logic dari struktur database dan isinya yang dipresentasikan dalam perintah SQL. Seperti CREATEDATABASE, CREAT TABLE dan INSERT DATA.
Berikut ini karakteristik backup secara logika :
Backup dilakukan melalui server MySQL untuk mengambil struktur dan informasi data.
Backup berjalan lebih lambat karena server harus mengakses informasi data dan mengirimkannya dalam bentuk logika pada file backup.
Output bisa lebih besar daripada bentuk fisik, misalkan data yang disimpan 5MB dalam bentuk file SQL maka pada saat recovery akan terjadi kehabisan memori karena prosesnya akan menghabiskan banyak memori untuk mengembalikan dalam bentuk semula.
Backup dan restore dilakukan dengan mengabaikan mesin yang digunakan.
Backup logika tidak melibatkan banyak file hanya 1 file logika yang biasanya disimpan dalam file SQL.
Data disimpan dalam bentuk logika yang merupakan bahasa DDL dan DML.
Backup data dilakukan saat server sudah dijalankan.
Program untuk backup digunakan mysqldum.exe yang memanggil file dikeluarkan dalam bentuk logika file seperti tsiswa.sql
Untuk mengeluarkan data dalam bentuk file lain bisa digunakan perintah : SELECT ….. INTO OUTFILE
Backup fisik adalah mengambil database dalam bentuk fisik,untuk database yang menggunakan Appserv secara fisik data disimpan pada folder C:\\Appserv\Mysql\data\.
Pada folder tersebut terdapat file database, setiap table diciptakan dari 3 file yaitu ; MYD,FRM, Dan MYI. Pada saat pengambilan data dilakukan dengan mengcopy folder yang didalamnya menyimpan data dari database yang kita punya. Data yang diambil adalah seluruh database dan tidak bisa terpilih, sangat berbeda dengan backup secara logika, data yang diambil bisa dipilih sesuai keinginan.
Karakteristik backup fisik :
Backup terdiri dari salinan file dan database, ini adalah salinan dari semua bagian direktori MyQSL, data dari tabel memori tidak disimpan pada disk.
Backup data secara fisik lebih cepat karena tidak melakukan pemrosesan logika, hanya mengcopy secara fisik.
Outputnya lebih sederhana dibandingkan dengan backup logika.
Sebagai tambahan dari database, backup dapat meliputi file manapun yang terdiri atas file MYI, MYD dan FRM.
2. Backup Online dan Bacup Offline
Backup online dilakukan saat server MySQL sedang berjalan; sedang Backup Offline dilakukan saat server sedang dihentikan. Media penyimpanan Backup data yang paling simpel dan sederhana adalah Flashdisk, Memori card,CD/DVD, hardisk external atau data cadangan dikomputer lain. Untuk versi online kita bisa menyimpannya diserver tempat penyimpanan layanan sata seperti Couls Service Dropbox (jika sudah menginstall aplikasi ini kita bisa selalu mengsingkronkan semua data-data di laptop dengan data yang ada diserver dropbox, Visual SVN Server, atau media penyimpanan diinternet seperti 4Shared dan yang lainnya.
Atau bisa memanfaatkan tempat penyimpanan dari Google seperti Google Drive, Dengan google drive kita bisa membuat, berbagi dan menyimpan semua file di satu tempat, setelah itu kita juga bisa mengakses dokumen dari mana saja, dirumah, dikantor, saat menjalankan tugas, dan dari semua perangkat anda. Kapasitas yang diberikan adalah 5 GB (Gratis). Khusus untuk pengguna wordpress dengan hosting sendiri, dengan Google Drive kita juga bisa memanfaatkannya untuk tempat penyimpanan hasil backup database WordPress kita secara otomatis. Penyimpanan backup database wordpress bisa disetting harian atau bulanan.
Untuk backup data kontak, email dan agenda (kalender) kita bisa memanfaatkan layanan Google Sync (Backup gratis nomor ponsel dengan Google Sync) . dengan fasilitas sinkronasi maka data kontak yang ada diphonebook ponsel/tablet akan dicopi kedalam daftar kontak Gmail. Sebaliknya data kontak yang ada diGmail juga akan dicopikan kedalam ponsel. Ketika ponsel kita rusak/hilang maka tinggal kita setting akun gmail kita dan otomatis akan menyalin hasil backup data kontak/agenda dari Gmail keponsel kita.
3. Back Up database di Cpanel
Melakukan backup file diakun Cpanel kita secara mandiri akan memudahkan kita jika suatu saat ada sesuatu yang bermasalah diserver. Misalnya, hardisk utama mengalami kebakaran ataupun bad sector/crash yang membutuhkan waktu lama untuk repair/perbaikan. Biasanya dalam hal ini webhoster akan memindahkan akun kita keserver lain yang masil berjalan normal. Backup bisa digunakan untuk restore serelah failure. Failure disebabkan oleh :
Media Failure;
User error, misal : tidak sengaja drop table;
Hardware failure, misal : disk-drive rusak atau permanent loss sebuah server dan;
Natural disasters
4. Desain Strategi Backup
Apakah berubahan kecil atau besar terjadi pada database? Untuk database besar yang terkonsentrasi pada bagian file atau filegroups, pilih partial backup atau file backup. Berapa banyak ruang disk dibutuhkan untuk backup? Perkiraan disk space terutama untuk full database backup. Backup berisi data actual pada database , tidka termasuk space kosong/ tidak digunakan. Seharusnya ukuran backup lebih kecil dibanding database itu sendiri. Gunakan system Stored Procedure sp_spaceused.
Recovery
Recovery adalah suatu proses untuk mengupdate database dengan file backup yang telah disimpan terakhir kalinya. Recovery ini memiliki model yaitu Recovery model yang digunakan untuk menentukan tipe backup dan skenario restore dan mengkontrol bagaimana transaction log dikelola. Database yang menggunakan model recovery adalah sebagai berikut:
1.      Full Recovery Model
Pada model ini, transaction log akan di truncate (dipotong) pada saat dilakukan backup transaction log. Pemotongan Transaction log hanya terjadi pada saat backup transcation log. Pada full recovery model, backup transaction log harus dilakukan secara berkala agar transaction log tidak membengkak. Sebagai catatan, perintah truncate transaction log tidak akan berpengaruh pada ukuran transaction log.
Full recovery model menggunakan Log backup untuk menghindari kehilangan data karena skrenario kegagalan. Dapat me-restore database kesuatu titik waktu yang terdapat dalam log backup (pint-in-time recovery). Dapat menggunakan log backup untuk roll-for-ward database kesuatu titik pada suatu log-backup. Misal, bisa membackup active log (tail) setelah terjadi bencana maka dapat merestore database ketitik terjadi kegagalan tanpa kehilangan data. Kelemahannya membutuhkan media penyimpanan besar dan waktu restore dan kompleksitas meningkat.
2.      Bulk-Logged Recovery model
Beberapa operasi akan bersifat minumally logged. Misalnya, bulk insert, insert .. select, create index, alter index, drop index, dsb. Sama seperti full recovery, transaction log akan dipotong hanya pada saat backup transaction log. Sehingga backup transaction log harus dijalankan secara berkala. Bulk-logged recovery model akan menuliskan data page yang telah dimodifikasi kedalam file data sebelum transaksi dinyatakan selesai. Berlawanan dengan full revocery model yang hanya membutuhkan penulisan ke log untuk menyatakan transaksi selesai. Operasi bulk akan lebih pelan pada sistem IO yang pelan.
Hal ini juga berpengaruh pada backup transaction log. Untuk minimally logged transaction, kadang menyertakan data page dalam backupnya. Sehingga backup transaction log dibulk logged bisa lebih besar dari full recovery model.
3.      Simple recovery model
Hampir sama dengan bulk-logged, beberapa operasi bersifat minimally logged. Macam-macam transaksi tersebut sama persis dengan bulk-logged. Perbedaan mendasar adalah pemotongan transaction log. Transaction log otomatis terpotong pada saat Checkpoint selesai. Karena tidak ada backup log maka ketika terjadi database failure yang bisa dilakukan adalah merestore full backup atau differential backup yang terakhir.

Macam- macam sistem operasi jaringan



1.Banyan VINES
Banyan VINES (Virtual Integrated Network Service) adalah sebuah sistem operasi jaringan populer pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an yang banyak digunakan dalam jaringan-jaringan korporat. Vines pada awalnya dibuat berdasarkan protokol jaringan yang diturunkan dari Xerox Network System (XNS). VINES sendiri menggunakan arsitektur jaringan terdistribusi klien atau server yang mengizinkan klien-klien agar dapat mengakses sumber daya di dalam server melalui jaringan.
2.Novell Netware
Novell Netware adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC atau nkompatibelnya. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Novell, dan dibuat oleh Novell Inc. berbasis tumpukan protokol jaringan Xerox XNS. Novell Netware dahulu digunakan sebagai LAN-based network operating system. Banyak digunakan pada awal sampai pertengahan tahun 1990-an.
3.Microsoft LAN Manager
LAN Manager adalah sebuah sistem operasi jaringan yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation bersama dengan 3Com Corporation. LAN Manager didesain sebagai penerus perangkat lunak server jaringan 3+Share yang berjalan di atas sistem operasi MS-DOS.
4.Microsoft Windows NT Server
Microsoft Windows NT Server menggunakan non-dedicated server sehingga memungkinkan untuk bekerja pada komputer serevser, protocol jaringan menggunakan TCP/IP dan Windows NT merupakan sebuah sistem operasi 32-bit dari Microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista.
5.Windows 98, Windows 2000 Profesional, Windows XP Profesional, dan Windows NT Workstation
Seluruh windows yang ada di atas tidak digunakan oleh server, tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan (work station), seperti dapat mengakses file dan menggunakan printer.
6.GNU/LINUX
GNU/LINUX adalah turunan dari Unix yang merupakan freeware dan powerfull operating system,memiliki implementasi lengkap dari arsitektur TCP/IP. Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer, Novell UnixWare, atau Solaris adalah turunan dari Unix yang merupakan freeware dan powerfull operating system,memiliki implementasi lengkap dari arsitektur TCP/IP.
7.UNIX
UNIX dapat menangani pemrosesan yang besar sekaligus menyediakan layanan internet seperti web server, FTP server, terminal emulation (telnet), akses database, dan Network File System (NFS) yang mengijinkan client dengan sistem operasi yang berbeda untuk mengakses file yang di simpan di komputer yang menggunakan sistem operasi UNIX.

Jumat, 05 Mei 2017

Pengembangan Jaringan Sederhana



Pengembangan Jaringan Sederhana

Berikut adalah alat-alat yang dibutuhkan untuk membangun jaringan sederhana :
  • PC atau Laptop yang dilengkapi Network Card
  • Switch dengan jumlah port sesuai kebutuhan
  • Printer
  • Kabel LAN (UTP)
Perhatikan gambar dibawah ini dan pelajari :

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-m6DbSWIMYxF_EPHLtFRcqfvlu6qAtNBfMfDlW7jv6Fot64iAhANOR8ZyjyHmISM3iPC9TqTegvME_ui_MlR9sosrBqvymBxMJ3iuEHCFJ8Pia31mq7KgaFORq0mQAKtjwB455FNxo8-v/s1600/1.1.jpg
Terlihat cukup menghubungkan kabel LAN dari PC ke Switch. 
Setelah semua terhubung dengan baik, atur pengalamatan komputer. 
Alamat dibutuhkan agar komputer bisa saling mengenal.  Jika menggunakan Windows Vista, cukup menuju menu :
Nama Komputer :
Start – Arahkan mouse pada menu Computer dan klik kanan – Pilih Properties
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLCAl9grs5fZL-ZI9LY31TY-BU5wjC5qug5XjFYEaCjvQYDAyebwaNl_H6_nYryNmbModWS_pl9rwuQpZg5LfTkf3zGYYl8IdUrqM1PT-ZOSG_YzRTLcAatblYOyA1iyKbEIBzunjBPOPt/s1600/2.1.png
Akan muncul menu Control Panel – System.  Ikuti urutan langkah seperti dibawah ini untuk mengganti nama komputer :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgChrxNkQuB44aBzqBHqUEpo0HRJaRKFe-CRPNWR_VrrtbCXwvTOwGHCOp5VZCBE3rX8gh98Fq0EPmwMXVg3MAQ7iToCpV_6DcqKfkZLD1HIudf3R3ybU9MxOw1hegS7SzLY3rz9-_f-3sr/s1600/3.1.png
Alamat IP Komputer :
Start – Control Panel – Network and Sharing Center
Setelah itu klik menu Manage Network Connections pada Task sebelah kiri.
Klik Kanan pada icon LAN Anda dan klik Properties
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfYnQ-afQ1j222XnHRpmwpCvFXgLtzgQC5SdB93b1tEpqss8sqSlR9GwVviP5FV_A5j8dQ1tB38NH4dHvdleSm5GtgdQp5jVcW53ppg-87jysR3t7VWP2_XAksgRk2bASPDk95IY02Kncr/s1600/4.1.png
Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) dan klik Properties
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9pmnKxbnZb152Nt6I2vgqZbrkrtwH5xO6KSeAJSVXKtKlRKgcG4kPp4En0lQhytkBc60S_U0eRdrKbWf7ERJYNYSVGjq9C2nuN5Bsqqiz4NLEDYsAY_N1yInz4xaXBhGXP3L5oFCC65sW/s1600/5.1.png

Pilih Use the following IP Address dan tuliskan alamat untuk masing-masing komputer.
IP Address : 192.168.0.10 dan seterusnya (ingat, masing-masing komputer mempunyai alamat yang berbeda)
Subnet Mask : 255.255.255.0  (ditulis sama untuk setiap komputer)
Klik OK..
Setelah selesai meng-set nama dan alamat IP, lakukan test dengan perintah ping dari command prompt :
Klik Start – pada start search ketik cmd dan tekan enter
Ketik dari command prompt C:\>ping 192.168.0.200 <tekan enter>
Jika yang muncul seperti ini berarti masih belum terkoneksi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhZLrH2lUpl22WgRoVn_lRiLZaidBjEHd3Z-haSMcVvkE3Il_7-N3V93-2kBy5cUk8w9ZQRB83NH9knOtn_KtJcY3xqZuyHNZ4Aw6qVsVXzpJJp9iFl-Bv-f7-rjUgyWu7Dutb-sZWnVEP/s1600/cmd.png


Jika layar menghasilkan :
reply from 192.168.0.200: bytes=32 time=10 TTL=20
Artinya koneksi berhasil (angka pada time dan TTL akan berubah sesuai kondisi jaringan Anda).
Jika ingin meng-share printer :
Start – Control Panel – Printer – Klik kanan printer Anda dan klik Share
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4rlLh-oInk-jrkBMJf7Hvqu0PiUDpjOLbpdMZT3xZ6ml_Yj7CTJZQdFN2sQT06bhWHmLEaHmEUSw0yzIzlXrAkmBBqOCx3mztAGEOrJ9PmTToLdXpsFaDyV_qXJi2YaeALa0YO-ZtFA41/s1600/6.1.png

Jika ingin meng-share File :
Klik kanan folder yang akan di share dan klik share.  Tentukan siapa saja yang bisa akses.

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia-RSjTXqTNNpSbrn96ScGQLw2Od83zsYbKHEd5rhQY5xfcMgrH-XOYKD1g79dJdRnvTo2w6jMMh4pPmbZuONPrKlx7ZphXdUpmN2GvhCHQMZNewmeUgnSkFOhL_LmZop69oGHSw6jwqKh/s1600/7.1.png
Jika ingin mengakses printer yang berada di komputer lain dalam satu jaringan :
Klik Start – Control Panel – Printer – Add Printer.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsNNuXdX6hUAJWu_O-s7Ue8p2wIVg2wHlciBdbFQdryYlyNTEv6OyphqKAgvp8xEWKbmRaN0Bl9C-uR3W5qb9U_PiVHQgl6m80OgMR9wRwIMfb_GWFSXCs_wnXO7x099GSbV5yTPQ-ddko/s1600/9.1.png


Pilih Network printer Jika ingin mengakses File Sharing yang berada di komputer lain dalam satu jaringan dan akan diakses secara permanen :
Buka Explorer.  Klik Tools – Map Network Drive
Tulis nama atau alamat IP komputer yang akan diakses file share nya.